Lokadata.ID

Milenial siap geser generasi X

Generasi x mendominasi total pekerja di Indonesia
Generasi x mendominasi total pekerja di Indonesia Lokadata / Lokadata

Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (<15 tahun dan >64 tahun) pada 2030. Momen ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama oleh para milenial yang akan menggantikan generasi X.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2019 mencatat, 52 juta atau 41 persen dari 127 juta pekerja Indonesia berstatus pekerja tetap. Artinya mereka sudah diangkat jadi karyawan oleh perusahaan dan mendapatkan gaji.

Ditelisik lebih dalam, total pekerja paling banyak terdapat pada generasi X dengan jumlah 59 juta pekerja. Sebanyak 19 juta atau 32 persen berstatus sebagai pekerja tetap.

Dari 48 juta pekerja milenial, 53 persen atau 25 juta di antaranya berstatus pekerja tetap. Sementara generasi Z menyumbang 7 juta pekerja tetap dari 12 juta total pekerja atau sekitar 57 persen.

Secara jumlah generasi X--kini berusia 40-55 tahun--mendominasi total pekerja. Menurut Haryo Utomo, Founder and Managing Director Headhunter Indonesia, ini lantaran generasi X terlebih dulu masuk dunia kerja. Berdasarkan usia, belum memasuki usia pensiun.

Ke depan para milenial--kini berusia 24-39 tahun--akan menggantikan generasi pendahulunya. “Dilihat dari demografi, mereka akan mendominasi angkatan kerja di Indonesia. Hal ini didukung dengan usia yang masih sangat produktif untuk bekerja,” kata Haryo saat dihubungi Lokadata.id, Kamis (30/4).

Bonus demografi adalah sebuah peluang. Sebaiknya tidak dipandang sebelah mata. Agar bisa memetik manfaat, tenaga kerja Indonesia harus dipersiapkan. Inovatif, cerdas, dan kreatif adalah syarat mutlak agar dapat bersaing di pasar tenaga kerja baik dalam negeri maupun mancanegara.

Dalam laporannya, McKinsey Global Institute menyebutkan, pada tahun 2030 Indonesia membutuhkan 113 juta tenaga kerja terampil. Negeri ini akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia.

Generasi x dan Generasi milenial memiliki proporsi paling tinggi di 17 sektor lapangan usaha
Generasi x dan Generasi milenial memiliki proporsi paling tinggi di 17 sektor lapangan usaha Lokadata / Lokadata

Dari sektor lapangan usaha, pekerja tetap paling banyak terdapat di sektor industri pengolahan. Jumlahnya sekitar 11,6 juta atau 22 persen dari 52 juta pekerja tetap. Kemudian, perdagangan besar dan eceran mengambil porsi 13 persen atau 7 juta pekerja tetap dan jasa pendidikan 12 persen atau 6 juta pekerja tetap.

Generasi X dan milenial memiliki proporsi paling tinggi di semua sektor. Rata-rata Generasi milenial mengambil porsi 50 persen dari semua generasi usia dan semua sektor, lalu Generasi X rata-rata mengambil porsi 37 persen dari semua sektor.

Generasi milenial yang lahir dengan kemajuan peradaban teknologi bisa jadi lebih jeli memilih sektor lapangan usaha untuk kepentingan karier di masa yang akan datang, seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial (65 persen), jasa keuangan dan asuransi (64 persen), informasi dan komunikasi (61 persen).

Keunggulan milenial dibandingkan generasi lain, menurut Haryo, mereka lebih cepat menerima perubahan, terbuka dengan perkembangan zaman.

Sehingga ketika ada teknologi baru, baik di bidang teknologi informasi, kesehatan, atau yang terkait dengan trend science pada umumnya, milenial paling cepat beradaptasi. Dari sana kreativitas muncul. “Itulah mengapa banyak startup dirintis oleh milenial,” imbuh Haryo.

Soal generasi Z yang identik dengan rasa penasaran tinggi dan menyukai kebebasan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum (pariwisata) mendominasi pekerja tetap generasi ini dengan persentase sebesar 26 persen. “Generasi Z masih mencoba hal-hal baru. Mereka menyukai pekerjaan yang suasananya menyenangkan, santai, di mana mereka bisa menjadi diri sendiri,” pungkas Haryo.