Lokadata.ID

Mobil hemat memburu dominasi kendaraan 4x2

Porsi penjualan tiga tipe mobil.
Porsi penjualan tiga tipe mobil. Fadhlan Aulia / EPA-EFE

Pemerintah meniupkan angin segar bagi pasar mobil melalui pengurangan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), bagi kendaraan jenis sedan dan 4x2 (mobil keluarga alias family van). Bagaimana kinerja penjualan kedua jenis mobil ini?

Dalam lima tahun terakhir (2016-2020), data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan bahwa penjualan sedan tumbuh minus. Penjualan mobil tipe 4x2 juga mengalami kontraksi, kecuali pada 2016 dan 2018.

Satu-satunya tipe kendaraan yang mampu mengimbangi penjualan kedua tipe mobil itu adalah jenis kendaraan hemat alias Low Cost Green Car (LCGC).

Kendaraan hemat dengan maksimum kapasitas mesin 1.200 cc baru muncul di pasar Indonesia pada 2013. Kebijakan pendukungnya, antara lain Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Sejak pertama meluncur pada 2013 hingga 2020, penjualan mobil hemat telah tumbuh secara akumulatif 156,8 persen. Sebaliknya, dalam periode yang sama, penjualan mobil tipe 4x2 tumbuh minus 61,6 persen, dan sedan minus 85,6 persen.

Tampaknya, penetrasi mobil hemat menjadi ancaman serius bagi dominasi kendaraan keluarga tipe 4x2.

Mobil hemat yang saat pertama masuk pasar porsinya hanya 3,7 persen, terus tumbuh, dan pangsa pasarnya menjadi 20,1 persen dari total penjualan mobil ritel pada 2020.

Sebaliknya, pada periode yang sama, porsi mobil 4x2 justru turun dari 64,4 persen menjadi 52,1 persen. Begitu pula sedan yang kini tersisa tinggal 0,9 persen dari semula 2,8 persen.

Data porsi penjualan antartipe memperlihatkan mobil hemat terus memburu dominasi kendaraan keluarga di pasar mobil penumpang.

Ada tiga merek yang paling dominan dalam kelompok mobil hemat: Toyota Calya, Honda Brio dan Daihatsu Sigra. Dalam dua tahun terakhir (2019-2020), Brio mendominasi penjualan, masing-masing dengan porsi 25,2 persen dan 29,7 persen. Porsi penjualan Calya yang semula memimpin sejak 2016, kini terus menurun.

Pada 2020, total penjualan Brio mencapai 47.155 unit dan Calya 35.254 unit. Di posisi ketiga ada Daihatsu Sigra yang terjual 34.614 unit, yang porsinya mencapai 21,8 persen pada 2020, sementara lima tahun sebelumnya hanya 13,6 persen.

Beginilah potret konsumen mobil di Indonesia. Kendaraan hemat yang harganya lebih murah ketimbang tipe lain, terus menarik pembeli. Bahkan pelan-pelan menggerus penjualan tipe 4x2 yang pada umumnya adalah mobil keluarga.

Perkembangan pangsa pasar LGCC
Perkembangan pangsa pasar LGCC Fadhlan Aulia / Lokadata.id