Lokadata.ID

Mudik dilarang, hotel gelar promo staycation untuk Lebaran

Penari tampil menghibur tamu hotel di Ketapang Indah, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2020). Banyuwangi mendorong staycation selama pandemi. Jakarta segera menyusul.
Penari tampil menghibur tamu hotel di Ketapang Indah, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2020). Banyuwangi mendorong staycation selama pandemi. Jakarta segera menyusul. Budi Candra Setya / ANTARA FOTO

Wisata dalam kota bakal menjadi pilihan masyarakat setelah pemerintah melarang mudik di masa Libur Lebaran 2021. Tak seperti tahun lalu, larangan mudik ini diperluas ke karyawan swasta, dan pekerja mandiri. Pada 2020, larangan mudik hanya berlaku untuk aparat sipil negara, karyawan BUMN, anggota TNI, dan kepolisian RI.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Namun cuti bersama pada 12 Mei, sehari sebelum Lebaran, tetap berlaku. Keputusan ini diambil untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 yang biasanya terjadi pasca libur panjang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan destinasi wisata tetap akan dibuka di tengah pembatasan transportasi selama 6-17 Mei nanti. Pembukaan tempat wisata akan menyesuaikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. “Kita harus beradaptasi dengan aturan turunan.”

Dengan larangan tersebut, jutaan orang akan bertahan di Ibukota dan kota-kota di sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, pada 2019, jumlah pemudik mencapai 7,07 juta orang, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8,02 juta orang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan larangan mudik supaya dimanfaatkan pelaku pariwisata menarik wisatawan lokal. Salah satu caranya adalah menawarkan promo paket menginap dalam kota atau staycation.

Menurut Gumilar, dampak mudik bagi sektor pariwisata biasanya dirasakan daerah lain di luar Jakarta sebab pemudik biasanya berasal dari Jakarta atau kota-kota besar lain. “Kami sangat mendorong agar larangan mudik dimanfaatkan semaksimal mungkin misalnya dengan program staycation atau paket liburan di Jakarta,” katanya.

Hal ini disambut baik Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono. Dia berharap masyarakat menjadikan staycation sebagai opsi liburan kali ini. “Kami harapkan perhotelan tumbuh 30 persen di masa Libur Lebaran,” kata dia kepada Lokadata.id, Selasa (6/4/2021).

Ketua bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini mengatakan, promo yang ditawarkan biasa datang dari program hotel. Misalnya, melalui pemberian diskon atau program buka puasa. "Saat ini tingkat okupansi hotel di Jakarta di bawah 25 persen," katanya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Anton Sumarli juga mengatakan staycation dapat memacu tingkat okupansi industri perhotelan. Namun dia menegaskan bahwa program liburan staycation tetap memerlukan pengawasan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Liburan itu sebuah kebutuhan karena kita butuh refreshment untuk psikologis kita. Bagaimana bisa liburan dengan sehat dan menjaga tidak terjadi lonjakan Covid-19,” katanya, dikutip dari Antara, Jumat (2/4/2021).

Dia menambahkan staycation kini lebih cenderung menyasar keluarga kecil. "Kami melihat, sasarannya lebih ke arah family. Untuk anak-anak muda ke hotel sepertinya tidak terlalu banyak. Keluarga lebih memilih melakukan staycation di hotel karena anak-anaknya bisa beraktivitas dan bermain seperti berenang, dan having fun," kata Anton.

Lebih lanjut, mantan Business Development ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan) DKI Jakarta ini mengatakan, mereka yang melakukan staycation cenderung memilih menginap di hotel-hotel terkenal yang memiliki fasilitas yang lengkap, nyaman, dan aman.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Anton berpendapat masyarakat mulai memilih downtown hotel atau hotel yang justru berlokasi di kawasan perdagangan dan perbelanjaan. "Apalagi sekarang hotel bintang empat ke atas sekarang tidak terlalu mahal karena banyak menawarkan berbagai promosi," kata Anton.

Promo Ramadan dan Lebaran

General Manager Hotel Nite & Day Alam Sutera, Herlina mengatakan hotelnya belum menyiapkan promo khusus menjelang Lebaran nanti. Namun, saat ini pengelola hotel malah sudah memfokuskan pada promosi staycation ‘Stay and Win’ yang berlangsung hingga akhir Mei nanti.

“Jadi promo staycation itu kalau booking di weekdays dan weekend nanti setelah 2 bulan kita undi di Juni bila pelanggan mengambil promo tersebut. Jadi pelanggan akan mendapatkan voucher menginap bisa di Hotel Nite & Day lainnya. Promo ini sampai 31 Mei nanti,” katanya kepada Lokadata.id, Rabu (7/4/2021).

Sementara, Harris Puri Mansion Hotel, Jakarta Barat memiliki program promo Ramadan Package yang dimulai 13 April-13 Mei 2021. Promo ini mencakup Harris Room dengan harga Rp600.000 termasuk sarapan atau sahur dan buka puasa untuk dua orang per kamar per malam. Selain itu, ada promo untuk satu bedroom suite dengan harga Rp900.000 dengan fasilitas yang sama untuk dua orang per kamar per malam.

Hotel yang berlokasi di Kembangan, Jakarta Barat ini juga mengadakan 'Nggak Mudik Deal Package' dari 13-31 Mei. Promo ini berupa Harris Room dengan harga Rp780.000 termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam untuk dua orang per kamar per malam.

“Adapun promo lainnya saat Lebaran adalah satu bedroom suite dengan harga Rp1,08 juta termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam untuk dua orang per kamar per malam,” kata bagian reservasi Harris ketika dihubungi Lokadata.id.