Lokadata.ID

Pandji Pragiwaksono jadi detektif partikelir

Pandji Pragiwaksono saat melakukan persiapan menjelang syuting film Partikelir
Pandji Pragiwaksono saat melakukan persiapan menjelang syuting film Partikelir Starvision

Terinspirasi kisah pasangan detektif polisi (buddy cop) yang mewarnai film-film Hollywood semisal Lethal Weapon, Bad Boys, maupun The Nice Guys, Pandji Pragiwaksono membuat Partikelir (tayang mulai 5 April 2018).

Pandji dalam film tersebut memerankan tokoh bernama Adri yang sejak SMA terobsesi menjadi detektif. Karena tidak bekerja untuk institusi kepolisian, jadilah ia kemudian menjadi detektif partikelir alias swasta.

Dalam sebuah adegan, Adri bertemu Tiara (diperankan Aurelie Moeremans). Misi yang didapatkannya adalah mencari tahu segala informasi tentang sepak terjang Raga (Cok Simbara), ayah Tiara.

Merasa kesulitan bekerja seorang diri, Adri mengikuti saran Tiara untuk mencari rekan kerja. Orang pertama yang direkrutnya adalah Jaka (Deva Mahenra), sahabat sejak SMA yang kini telah menjadi seorang pengacara litigasi.

Jaka awalnya emoh terlibat karena merasa kini sudah pekerjaan tetap. Berkat dorongan dan nasihat istrinya, Puti (Lala Karmela), duo ini bekerja sama lagi menjadi detektif partikelir. Belakangan hadir anggota baru bernama Geri (Ardit Erwandha).

Elemen komedi drama terang sangat dominan dalam film Partikelir, terutama kehadiran lagu "Gerangan Cinta" milik Java Jive yang kerap menandai kehadiran Yudi (Cornelio Sunny).

Pun demikian, Pandji yang juga dikenal sebagai komika tetap tak lupa menyuguhkan adegan tembak-tembakan laiknya rumus film buddy cop yang telah ada selama ini.

Sebagai penulis naskah dibantu Goks Writing Team, Pandji turut menuangkan keresahannya tentang kondisi sosial yang terjadi di Indonesia sekarang. Belum lagi plot twist yang muncul pada pengujung film.

Ketika menggelar konferensi pers di kawasan Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan (28/3/2018), alumni Institut Teknologi Bandung ini mengaku sudah lama mendambakan kesempatan jadi sutradara film.

Dan saat kesempatan tersebut diberikan oleh rumah produksi Starvision, Pandji tidak ingin menyia-nyiakannya.

"Cita-cita saya sejak dulu adalah membuat film bertema buddy cop. Di Amerika Serikat, film jenis ini sudah banyak sekali. Tapi di Indonesia belum pernah ada. Makanya saya antusias mengerjakannya," ujarnya.

Beberapa komika yang sebelumnya menjadi pemain merangkap sutradara dan penulis naskah adalah Raditya Dika, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, dan Soleh Solihun. Dua nama yang disebut pertama diakui Pandji banyak memberikan masukan.

"Waktu saya minta tips dari Radit, dia bilang agar saya mencari bantuan yang akan membuat pekerjaan saya jadi lebih mudah, mulai dari penata kamera yang tepat, asisten sutradara yang tepat, dan lain sebagainya," ungkap Pandji.

Contoh bantuan yang mempermudah pengerjaan Partikelir datang dari Andi Awwe Wijaya yang menjadi konsultan komedi, sebuah profesi baru dalam industri perfilman di Tanah Air.

"Soalnya saya takut terlalu fokus memperhatikan hal-hal teknis, kemudian lemah mengawasi sisi komedi film ini. Padahal orang-orang pasti mengharapkan unsur komedi dalam karya penyutradaraan pertama saya ini kuat," tambahnya.

Chand Parwez selaku produser dan pemilik Starvision diakui Pandji juga memberikan dukungan luar biasa.

"Saya dapat bantuan mulai dari sisi penulisan, produksi, hingga penyuntingan. Pak Parwez adalah mentor terbaik saya dalam proyek ini," pungkas Pandji.

PARTIKELIR - OFFICIAL TRAILER