Lokadata.ID

Pasien Covid-19 jadi 1.298.608, pulih 1.104.990 dan kematian 35.014

Pasien Covid-19 jadi 1.298.608, pulih 1.104.990 dan kematian 35.014
Pasien Covid-19 jadi 1.298.608, pulih 1.104.990 dan kematian 35.014 Robotorial / covid19.go.id

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah lagi sebanyak 9.775 kasus, hingga Selasa, 23 Februari 2021. Total pengidap virus korona baru mencapai 1.298.608 orang. 1.104.990 orang di antaranya pulih, dan 35.014 orang meninggal dunia.

Tren pertumbuhan kasus dalam tujuh hari terakhir cenderung masih naik. Dibandingkan dengan tujuh hari lalu, kenaikannya mencapai 0,13 persen. Sementara data terkini dibandingkan dengan sehari sebelumnya, mengalami penurunan sebesar -3,98 persen.

Dalam 68 hari jumlah kasus positif yang tercatat telah berlipat ganda. Semakin sedikit jumlah harinya, semakin cepat penyebaran kasus Covid-19 di tingkat nasional. Khusus di DKI Jakarta, butuh 63 hari untuk melipatgandakan penyebarannya.

Pasien Covid-19 jadi 1.298.608, pulih 1.104.990 dan kematian 35.014
Pasien Covid-19 jadi 1.298.608, pulih 1.104.990 dan kematian 35.014 Robotorial / covid19.go.id

Adapun pasien yang pulih kini 1.104.990 orang, atau 85,09 persen dari total kasus. Pasien dinyatakan pulih dan dipulangkan setelah melalui pengujian, dan menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Sementara, angka kematian karena Covid-19 di Indonesia trennya naik dalam tujuh hari terakhir. Penambahan per 23 Februari 2021 sebanyak 323 kasus, sehingga total pasien meninggal dunia menjadi 35.014 orang.

Angka kematian tersebut berlipat ganda dibandingkan dengan angka pada 81 hari lalu. Artinya, angka kematian telah naik dua kali lipat dalam waktu 81 hari. Sama seperti pertumbuhan jumlah pasien positif, semakin sedikit jumlah harinya, situasinya makin buruk.

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis terkait Covid-19 oleh Robotorial ini menggunakan data yang dirilis Kemenkes RI, sehingga tingkat akurasinya di luar tanggung jawab kami.
“banner