Lokadata.ID

Pelemahan 7 sektor sebabkan IHSG loyo

Pelemahan 7 sektor sebabkan IHSG loyo
Pelemahan 7 sektor sebabkan IHSG loyo Robotorial / lokadata.id

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada penutupan perdagangan sore ini Kamis (17/09/2020). Indeks menurun 0,40 persen, atau 20,08 poin di level 5.038,40. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 5.099,58 poin di titik tertinggi, dan terendah 5.013,19 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 581,77 ribu kali dengan nilai transaksi Rp6,65 triliun. Sebanyak 151 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 272 emiten melemah, dan 289 emiten tidak mengalami pergerakan.

Maming Enam Sembilan Mineral dengan mayoritas saham dimiliki oleh PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi (92,46%) membukukan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan hari ini. Emiten bersandi AKSI tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat 24,83 persen pada level Rp362 per saham, dari Rp290 per unit pada penutupan Rabu (16/09).

Tourindo Guide Indonesia (PGJO) yang 17,7 persen saham dikuasai oleh Claudia Ingkiriwang ini memimpin pelemahan saham (top loser) hari ini, setelah ditutup sebesar -7,69 persen pada level Rp36 per saham, dimana Rabu (16/09) ditutup Rp39 per unit.

Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 29,88 ribu kali, dengan volume 737,32 juta saham.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh 7 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Industri Dasar mencapai -1,59 persen (-11,57 poin), disusul sektor Industri Konsumsi sebesar -0,61 persen (-11,53 poin), dan saham-saham di sektor Pertambangan sebesar -0,70 persen (-9,57 poin).

Sedangkan sektor saham yang menguat, di antaranya Aneka Industri, mencapai 1,16 persen (10,00 poin). Berikutnya adalah sektor Industri Konsumsi sebesar 2,55 persen (8,56 poin), lalu saham di sektor Pertanian yang meningkat hingga 0,62 persen (7,35 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp2,01 triliun, terutama pada saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) (Tbk) (BBRI), Perusahaan Gas Negara (Tbk) (PGAS), dan Bank Negara Indonesia (Persero) (Tbk) (BBNI).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp1,61 triliun, khususnya pada saham Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Tbk) (TLKM), Pakuwon Jati (Tbk) (PWON), dan Astra International (Tbk) (ASII).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Lokadata.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.