Lokadata.ID

Pembelajaran tatap muka dimulai Januari 2021?

Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMK Muhammadiyah 5 Tello Baru, Makassar (17/11/2020).
Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMK Muhammadiyah 5 Tello Baru, Makassar (17/11/2020). Arnas Padda / ANTARA FOTO

Pemerintah membuka peluang bagi sekolah untuk menggelar pelajaran off line mulai Januari 2021. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, keputusan belajar tatap muka ada di tiga pihak, yakni Pemda, komite sekolah dan orangtua. Namun, hak penuh diberikan kepada Pemda dalam memutuskan belajar tatap muka di masing-masing daerah.

“Menurut evaluasi, kecamatan dan desa-desa ada yang relatif aman dan sulit melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jadi, pemerintah daerah ini pihak yang paling mengetahui kondisi dan kebutuhan dan keamanan situasi Covid-19 di daerahnya sendiri,” kata Nadiem seperti dikutip Nadariau, Sabtu (21/11/2019).

"Keputusan ada di Pemda, komite sekolah, dan orangtua. Mereka yang menentukan, bukan SKB Menteri lagi, jadi Pemda bisa memilah yang lebih detail, sekolah mana saja yang sudah bisa belajar tatap muka atau tidak," kata Nadiem seperti dikutip Kompas.com.

Dia mengatakan, bila memang Pemda dan komite sekolah masing-masing daerah memutuskan siswa melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh, maka daerah itu tidak boleh melaksanakan belajar tatap muka.

Sedangkan daerah yang sudah siap belajar tatap muka, lanjut dia, maka harus melakukan segala kesiapannya, agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan baik. Namun, dia menegaskan, belajar tatap muka memang diperbolehkan, tapi tidak diwajibkan, karena masih masa pandemi Covid-19.

Ringkasan

  • Pemerintah menyerahkan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari mendatang.
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyatakan, pembelajaran tatap muka diperbolehkan bukan diwajibkan.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 17 pemberitaan, diikuti peringkat kedua tempo.co dengan 6 pemberitaan. selanjutnya republika.co.id dengan 5 pemberitaan pada peringkat ketiga.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 09:00 WIB dengan total 16 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh cnnindonesia.com dengan 392.0 interaksi, diikuti peringkat kedua apahabar.com dengan 108.0 interaksi. Selanjutnya kompas.com dengan 92.0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.