Lokadata.ID

Pemerintah akan menghapus pasal karet UU ITE

Ilustrasi: pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel dalam aksi terkait proses hukum   I Gede Ari Astina alias Jerinx di Denpasar, Bali, Selasa (8/9/2020).
Ilustrasi: pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel dalam aksi terkait proses hukum I Gede Ari Astina alias Jerinx di Denpasar, Bali, Selasa (8/9/2020). Nyoman Hendra Wibowo / ANTARA FOTO

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan pemerintah bakal mengajukan revisi terbatas Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Revisi terbatas itu hanya akan mempertegas pasal yang dianggap karet.

"Jadi memang perlu penegasan, perlu supaya jangan karet dia, kita sudah sepakat irevisi akan mempersempit, mempertegas, mempersulit penegak hukum menafsirkan dengan semudahnya," kata Yasonna dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR, seperti dikutip Merdeka, Rabu (9/6).

Kendati begitu, Yasonna tetap membendung dampak buruk dari media sosial lewat UU itu. "Ya mudah-mudahan dengan ini kita bisa (mencegahnya) dengan baik," katanya.

Menko Polhukam Mahfud MD membenarkan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memuat sejumlah pasal karet. Menurut hasil kajian dengan berbagai elemen masyarakat, maka disepakati untuk merevisi empat pasal.

"Masyarakat sipil menyatakan banyak terjadi diskriminasi dan lain-lain (dalam UU ITE), maka kita perbaiki. Keempat pasal itu adalah Pasal 27, Pasal 28, Pasal 29, dan Pasal 36," kata Mahfud saat jumpa pers daring, Selasa 8 Juni 2021.

Menurut Mahfud, revisi terhadap empat pasal itu diambil dengan pertimbangan tidak mencabut secara keseluruhan beleid tersebut. Dia menambahkan, hasil pertimbangan itu juga sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Kami baru lapor pada Presiden, dan sudah disetujui untuk dilanjutkan (pembahasan revisi) tanpa mencabut UU itu. Karena UU itu masih sangat diperlukan untuk mengatur lalu lintas komunikasi kita lewat dunia digital," katanya.

Nantinya, lanjut Mahfud, akan ada surat keputusan bersama (SKB) dari tiga instansi terkait revisi. Ketiga instansi tersebut adalah Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Komunikasi Informasi.

Pasal yang akan direvisi:

Pasal 27 memuat larangan membuat, mendistribusikan, dan mentransmisikan unggahan asusila, pencemaran nama baik dan penghinaan.

Pasal 28 memuat larangan menyebarkan berita bohong yang merugikan konsumen dan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

Pasal 29 memuat larangan mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 36 berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.

Ringkasan

  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan Presiden Joko Widodo setuju rencana revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
  • Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid mengatakan, sampai saat ini DPR masih menunggu surat resmi dari pemerintah sebagai inisiator revisi UU ITE.
  • Selain itu, untuk jangka panjangnya pemerintah berencana untuk membuat Omnibus Law di bidang elektronik.
  • Apalagi pengguna media sosial di Tanah Air kerap menanggapi sesuatu khususnya di media sosial.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh genpi.co dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua rmol.id dan merdeka.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 04:00 hingga 18:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 1 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh batampos.co.id dengan 0 interaksi, diikuti peringkat kedua genpi.co dengan 0 interaksi. Selanjutnya merdeka.com dengan 0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.