Lokadata.ID

Pengangguran Indonesia kedua tertinggi di ASEAN setelah Filipina

Tingkat pengangguran di ASEAN
Tingkat pengangguran di ASEAN Lokadata / Lokadata

Tingkat pengangguran di negara-negara ASEAN meningkat akibat pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dalam Statistik Indonesia 2021 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mengutip data tingkat pengangguran ini dari World Economic Outlook Database yang diterbitkan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober 2020.

Publikasi yang dirilis pada Februari 2021 ini mencatat, tingkat pengangguran Indonesia tahun 2020 mencapai 7,1 persen atau sekitar 9,77 juta orang. Angka ini naik 1,94 persen poin dari Agustus 2019. Tingkat pengangguran ini yang terburuk sejak 2007. Ketika itu, tingkat pengangguran Indonesia sebesar 9,11 persen (10,01 juta orang).

Namun, tingkat pengangguran di Indonesia pada 2020 bukan yang terburuk di antara negara-negara anggota ASEAN. Filipina mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni 10,3 persen. Sebagai catatan, angka pengangguran pada grafik untk negara di luar Indonesia merupakan prediksi IMF.

Dari seluruh sektor ekonomi di Filipina, hanya pertanian yang pangsa pekerjanya meningkat. Sektor jasa dan industri turun. Pekerja berupah juga turun dari 64,6 persen pada 2019 menjadi 62,9 persen. Jam kerja pada 2020 juga turun 2,8 persen poin menjadi 39,4 persen. Pekerja penuh waktu juga turun 13,4 persen poin menjadi 55,9 persen.

Bank Pembangunan Asia (ADB) pada masa-masa awal pandemi melakukan survei di Filipina ketika negara itu menerapkan pembatasan sosial yang ketat, dengan responden 2.481 perusahaan, mulai UKM hingga perusahaan besar. Hasilnya, dua bisnis tutup sementara, dan sebagian besar lainnya (29 persen) mengurangi operasi.

Dari mereka yang tetap buka, sebagian besar (78 persen) beroperasi dengan setengah kapasitas atau kurang. Hanya 4 persen dari perusahaan yang masih sanggup beroperasi penuh. Likuiditas juga menjadi masalah serius bagi sebagian besar perusahaan karena modal kerja menjadi langka. Situasi inilah yang membuat pengangguran meningkat.

Hal yang sama terjadi di Indonesia. Sektor transportasi, serta akomodasi, makanan dan minuman lumpuh total. Banyak industri yang juga mengurangi produksi. Sama dengan Filipina, hanya sektor pertanian, dan telekomunikasi masih bertumbuh. Ratusan ribu pekerja di-PHK, sebagian besar lagi dirumahkan.

Tahun ini, hampir semua negara membaik. Tingkat pengangguran di Indonesia per Maret sudah berkurang 0,81 persen poin menjadi 6,26 persen. Tingkat pengangguran juga berkurang jauh di Filipina. Per Mei 2021, tingkat pengangguran di Filipina tinggal 7,7 persen.

Malaysia juga membaik. Pada Desember 2020, tingkat pengangguran di Malaysia masih 4,8 persen, bahkan sempat naik ke 4,9 persen pada Januari 2021, tapi pada Mei lalu sudah tinggal 4,5 persen. Tingkat pengangguran tertinggi di Negeri Jiran ini adalah 5,3 persen pada Mei 2020.

Jika kelima negara ASEAN yang diteliti mengalami peningkatan pengangguran, lain halnya dengan Thailand. Negeri gajah putih ini justru mengalami penurunan pengangguran 0,1 persen poin dibandingkan tahun 2019 (1,1 persen).

Trend berbeda terjadi di Thailand. Tingkat pengangguran Negeri Gajah Putih itu justru turun dari 1,2 persen pada 2017 menjadi 0,8 persen pada 2020. Namun, ketika tingkat pengangguran di negara ASEAN lainnya menurun, Thailand malah mencatat kenaikan yang signifikan pada kuartal I/2021 menjadi 1,96 persen, tertinggi sejak 2009.

“Tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat lagi, mencerminkan dampak berkelanjutan dari COVID-19,” kata Danucha Pichayanan, kepala Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional, seperti dikutip Reuters. Pengangguran melambat pada paruh kedua 2020, ketika wabah dapat diatasi sebelum muncul kembali tahun ini.

Optimisme membayang kuat pada kuartal kedua 2021 yang ditandai dengan pertumbuhan positif di semua negara di ASEAN. Namun, gelombang kedua pandemi Covid-19 diperkirakan akan menyusutkan optimisme tersebut. Dampaknya bisa kembali menaikkan angka pengangguran.