Lokadata.ID

Penurunan 8 sektor sebabkan IHSG loyo

Penurunan 8 sektor sebabkan IHSG loyo
Penurunan 8 sektor sebabkan IHSG loyo Robotorial / lokadata.id

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup hari ini Rabu (16/09/2020) menurun 0,83 persen, atau 42,38 poin di level 5.058,48. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 5.117,29 poin di titik tertinggi, dan terendah 5.051,75 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 569,60 ribu kali dengan nilai transaksi Rp6,49 triliun. Sebanyak 141 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 297 emiten melemah, dan 274 emiten tidak mengalami pergerakan.

Maming Enam Sembilan Mineral (AKSI) dengan mayoritas saham dimiliki oleh PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi (92,46%) memimpin penguatan saham (top gainer) Rabu (16/09), setelah ditutup sebesar 25 persen pada level Rp290 per saham, dimana kemarin sore ditutup Rp232 per unit.

Tourindo Guide Indonesia (PGJO) yang 17,7 persen saham dikuasai oleh Claudia Ingkiriwang ini memimpin pelemahan saham (top loser) hari ini, setelah ditutup sebesar -9,30 persen pada level Rp39 per saham, dimana kemarin sore ditutup Rp43 per unit.

Bank Central Asia (BBCA) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 32,61 ribu kali, dengan volume 31,71 juta saham.

Pelemahan indeks dipengaruhi oleh 8 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Pertambangan mencapai -1,63 persen (-22,71 poin), disusul sektor Industri Konsumsi sebesar -0,98 persen (-18,72 poin), dan saham-saham di sektor Keuangan sebesar -1,13 persen (-12,68 poin).

Sedangkan sektor saham yang menguat, di antaranya Industri Dasar, mencapai 0,73 persen (5,27 poin). Berikutnya adalah sektor Pertanian sebesar 0,12 persen (1,39 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp2,22 triliun, terutama pada saham Medco Energi Internasional (Tbk) (MEDC), Global Mediacom (Tbk) (BMTR), dan Lippo Karawaci (Tbk) (LPKR).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp1,37 triliun, khususnya pada saham Pakuwon Jati (Tbk) (PWON), Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Tbk) (TLKM), dan Bumi Resources Minerals (Tbk) (BRMS).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Lokadata.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.