Lokadata.ID

Penutupan LQ45 diwarnai pelemahan 34 emiten - Rabu (16/09/2020)

Penutupan LQ45 diwarnai pelemahan 34 emiten - Rabu (16/09/2020)
Penutupan LQ45 diwarnai pelemahan 34 emiten - Rabu (16/09/2020) Robotorial / lokadata.id

LQ45 turun ke zona merah pada akhir perdagangan petang ini Rabu (16/09/2020). Indeks masuk ke zona merah 1,19 persen, atau 9,38 poin di level 781,37. Sepanjang perdagangan saham hari ini, LQ45 sempat mencapai 794,23 poin di titik tertinggi, dan terendah 780,27 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 241,05 ribu kali dengan nilai transaksi Rp4,22 triliun. Dari 45 saham, sebanyak 9 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan JII, 34 emiten melemah, dan 2 emiten tidak mengalami pergerakan.

Indah Kiat Pulp & Paper dengan mayoritas saham dimiliki oleh PT Purinusa Ekapersada (53,2533%) mencatatkan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan sore ini. Emiten bersandi INKP tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat di level Rp9.400 (8,99 persen) per saham, dimana Selasa (15/09) ditutup Rp8.625 per unit.

Gudang Garam yang 69,29 persen saham dikuasai oleh PT. SURYADUTA INVESTAMA ini merupakan emiten yang mengalami penurunan terparah pada hari ini. Emiten bersandi GGRM mencatatkan diri sebagai saham terlemah (top loser) setelah ditutup di level Rp44.050 (2,76 persen) per saham, dimana sebelumnya ditutup Rp45.300 per unit.

Sri Rejeki Isman (SRIL) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 756 kali, dengan volume 8,85 juta saham.

Sama halnya dengan LQ45, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 0,83 persen atau 42.383 poin ke level 5.058,48 pada penutupan perdagangan sore ini.

Dari 712 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 141 saham bergerak menguat, 297 saham bergerak melemah, dan 274 saham stagnan.

Pada perdagangan IHSG, saham Maming Enam Sembilan Mineral (AKSI) menjadi top gainer dengan nilai kenaikan mencapai 58 poin (25 persen). Sedangkan saham Tourindo Guide Indonesia (PGJO) menjadi top loser dengan kenaikan 4 poin (9,30 persen).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Lokadata.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.