Lokadata.ID

Presiden Jokowi ambil alih TMII dari keluarga Soeharto

Pekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Pekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Asprilla Dwi Adha / ANTARA FOTO

Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dengan Perpres tersebut, Pemerintah resmi mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita, yang dikelola keluarga Soeharto.

"Jadi atas pertimbangan tersebut presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19/2021 tentang TMII yang intinya penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensesneg dan berhenti pula pengelolaan selama ini Yayasan Harapan Kita," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno seperti dikutip Liputan 6, Rabu (7/4/2021).

Dalam Keputusan Presiden Nomor 51/1977 dijelaskan, TMII tercatat sebagai milik Sekretariat Negara yang pengelolaannya diberikan ke Yayasan Harapan Kita.

"Jadi Yayasan Harapan Kita ini sudah hampir 44 tahun mengelola aset milik negara ini dan kami berkewajiban melakukan penataan dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat dan memberikan kontribusi keuangan untuk negara," ungkap Pratikno.

Pratikno mengatakan, Yayasan Harapan Kita mesti menyerahkan kembali hak pengelolaan TMII kepada negara. Pihaknya pun memberi waktu masa transisi selama kurang lebih tiga bulan kepada yayasan untuk menyerahkan berbagai laporan terkait pengelolaan TMII selama ini.

"Intinya, penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensesneg dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita," katanya sepeti dikuytip CNN Indonesia.

Sekretaris Kemensetneg Setya Utama. mengatakan, nantinya tim transisi menunjuk mitra baru pemerintah sebagai pengelola TMII. Ia berharap waktu tiga bulan cukup untuk menunjuk pihak ketiga yang baru. "Tentang siapanya nanti, tim sedang berproses," ujarnya.

Satya juga mengatakan, Yayasan Harapan Kita tidak pernah menyetor pendapatan TMII kepada kas negara. “Pendapatan selama ini minus,” katanya seperti dikutip Sindonews.

TMII dibangun di atas lahan 150 hektare di Jakarta Timur pada 1972 dan selesai pada 1975, berisi ragam budaya dari 26 provinsi di Indonesia. Pembangunannya atas prakarsa Tien Soeharto, istri presiden kedua, Soeharto.

TMII tetap buka

Terkait pengambilalihan ini, Kepala Bagian Humas TMII Adi Widodo mengaku sudah mengetahuinya. “ Sudah (tahu). Kalau dari karyawan tidak ada yang tanya, kita masih biasa-biasa saja dan masalah pengelolaan ini kan bukan hal yang baru sebetulnya sudah lama menjadi isu dan sekarang menjadi kenyataan,” kata Adi kepada ANTVklik, Rabu (7/4/2021).

Adi menyatakan pihaknya belum mengetahui lebih lanjut terkait pemindahan pengelolaan TMII ke tim transisi yang dibentuk Kementerian Sekretariat Negara.

“ Kita belum tahu yang dimaksud tim transisi itu mana, itu adalah kewenangan dari Kemensetneg. Untuk TMII sendiri apakah nanti ada yang diubah, ya kita sampai hari ini belum mengetahuinya,” kata Adi.

Kendati demikian, menurut Adi selama pemindahan pengelolaan, TMII akan beroperasi secara normal bagi masyarakat.

Ringkasan

  • Pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari keluarga Soeharto
  • Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) akan mengoptimalkan pengelolaan serta aset milik negara.
  • Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Eddy Cahyono Sugiarto mengatakan, pihaknya segera mengambil langkah untuk pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
  • Merujuk pada Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII merupakan milik Negara Republik Indonesia yang pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita.
  • Berdasar rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan para pemangku kepentingan lainnya, pemerintah segera menentukan kebijakan atas penggunaan/pemanfaatan TMII.
  • Kemudian memproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta memberikan manfaat optimal bagi negara.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dengan 11 pemberitaan, diikuti peringkat kedua liputan6.com dan antaranews.com dengan 5 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 07:00 hingga 22:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 16:00 WIB dengan total 10 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh cnnindonesia.com dengan 3596 interaksi, diikuti peringkat kedua kompas.tv dengan 372 interaksi. Selanjutnya liputan6.com dengan 221 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.