Lokadata.ID

Proyek "Jurassic Park" Komodo ditegur UNESCO, ini reaksi pemerintah

Truk yang sedang membawa bahan untuk pembangunan kawasan wisata di Pulau Rinca, NTT, bertemu komodo, Oktober 2020.  @kawanbaikkomodo / Twitter
Truk yang sedang membawa bahan untuk pembangunan kawasan wisata di Pulau Rinca, NTT, bertemu komodo, Oktober 2020. @kawanbaikkomodo / Twitter Robotorial / lokadata.id

Komite Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mendorong pemerintah Indonesia menghentikan proyek infrastruktur pariwisata yang dibangun di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelum perbaikan Amdal.

"Mendesak pemerintah Indonesia menghentikan semua proyek infrastruktur pariwisata di dalam dan sekitar properti yang berpotensi berdampak pada OUV (nilai universal luar biasa) hingga Amdal yang direvisi diajukan dan ditinjau oleh IUCN," demikian butir keenam hasil sidang Komite Warisan Dunia bernomor WHC/21/44.COM/7B yang dikeluarkan di Paris 4 Juni 2021.

Mereka menilai pembangunan infrastruktur yang biasanya disebut "jurassic park" di kawasan TN Komodo berpotensi merusak nilai universal luar biasa (OUV). TN Komodo adalah habitat asli komodo (Varanus komodoensis), satwa langka dilindungi.

Informasi itu diketahui dari unggahan di akun Twitter dan Instagram Kawan Baik Komodo pada Minggu (1/6/2021).

"Yang lama dinanti akhirnya datang juga. Ini keputusan Konvensi Komite Warisan Dunia @UNESCO terkait pembangunan dan investasi di Taman Nasional Komodo. Apresiasi kepada kita semua, terutama para pegiat dan pemimpin komunitas di NTT yang sudah konsisten kawal masalah ini," cuit akun Twitter @KawanBaikKomodo seperti dikutip Liputan 6 (3/8/2021).

Reaksi Kementerian Pariwisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membantah kabar soal rekomendasi Komite Warisan Dunia yang meminta penghentian sementara proyek infrastruktur di TN Komodo.

Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf, Ari Juliano Gema mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi dengan berbagai pihak. Hasilnya, tidak ada rekomendasi UNSECO untuk menghentikan sementara proyek tersebut.

"Kami sudah meminta klarifikasi dari berbagai pihak mengenai informasi tersebut, dan ternyata tidak ada rekomendasi dari UNESCO untuk menghentikan sementara proyek Infrastruktur di Taman Nasional Komodo," kata Ari melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (2/8/2021).

Saat ditanya perihal tindakan dan upaya yang akan dilakukan mengenai rekomendasi lainnya, Ari mengatakan, masih didiskusikan. "Kami masih mendiskusikannya sampai saat ini," ujarnya.

Menurut Detik, pada 30 Oktober 2020, Komite sudah meminta pemerintah Indonesia tak melanjutkan proyek infrastruktur yang mungkin berimbas pada nilai universal luar biasa Taman Nasional Komodo.

Selain itu, UNESCO juga meminta pemerintah Indonesia mengundang Pusat Warisan Dunia/IUCN dalam misi pengawasan ke Taman Nasional Komodo untuk menilai dampak pembangunan yang sedang berlangsung pada OUV dan status konservasi kawasan tersebut.

Komodo bertemu truk

Pembangunan "jurassic park" ini menarik perhatian dunia ketika beredar sebuah foto yang memperlihatkan seekor komodo sedang berhadapan dengan sebuah truk pengangkut material proyek pada Oktober 2020.

Foto komodo berpapasan dengan truk, di habitatnya di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial, Rabu (28/10/2020), hari ini. Truk dengan berbagai muatan lalu lalang di Taman Nasional Komodo, tempat yang biasanya steril dari kendaraan bermotor.

Hampir semua media memuat kabar ini. Truk tersebut masuk ke habitat makhluk purba ini guna mengangkut material untuk pembangunan fasilitas wisata premium di wilayah itu.

Para pecinta lingkungan protes keras atas pilihan pemerintah mengejar target wisatawan dengan cara yang diduga mengorbankan satwa endemik Flores ini.

Ringkasan

  • Pemerintah Indonesia diminta Komite Warisan Dunia UNESCO untuk menghentikan seluruh proyek di Taman Nasional Komodo (TNK).
  • Hasilnya, tidak rekomendasi UNSECO untuk menghentikan sementara proyek tersebut.
  • Permintaan tersebut tertuang dalam dokumen Komite Warisan Dunia UNESCO bernomor WHC/21/44.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh pikiran-rakyat.com dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua liputan6.com dan harianhaluan.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 02:00 hingga 08:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 08:00 WIB dengan total 2 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh liputan6.com dengan 157 interaksi, diikuti peringkat kedua pikiran-rakyat.com dengan 11 interaksi. Selanjutnya harianhaluan.com dengan 1 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.