Lokadata.ID

Sektor Pertanian menghijau, dorong penguatan IHSG

Sektor Pertanian menghijau, dorong penguatan IHSG
Sektor Pertanian menghijau, dorong penguatan IHSG Robotorial / lokadata.id

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup hari ini Selasa (30/06/2020) menghijau 0,07 persen, atau 3,57 poin di level 4.905,39. Sepanjang perdagangan saham hari ini, IHSG sempat mencapai 4.939,84 poin di titik tertinggi, dan terendah 4.894,12 poin.

Total frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 586,62 ribu kali dengan nilai transaksi Rp6,89 triliun. Sebanyak 180 emiten mengalami penguatan yang menahan pergerakan IHSG, 229 emiten melemah, dan 286 emiten tidak mengalami pergerakan.

Bank Artos Indonesia (Tbk) dengan mayoritas saham dimiliki oleh PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (37,65%) membukukan penguatan harga saham paling signifikan pada perdagangan hari ini. Emiten bersandi ARTO tersebut memimpin penguatan saham (top gainer) setelah ditutup menguat di level Rp1.770 (24,21 persen) per saham, dimana sebelumnya ditutup Rp1.425 per unit.

Berlina (Tbk) yang 54,57 persen saham dikuasai oleh PT Dwi Satrya Utama ini membukukan pelemahan harga saham terparah pada perdagangan sore ini. Emiten bersandi BRNA tersebut menduduki peringkat terakhir (top loser) setelah ditutup melemah -6,88 persen pada level Rp1.015 per saham, dari Rp1.090 per unit pada penutupan sebelumnya.

Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Tbk) (TLKM) merupakan saham paling banyak diperjualbelikan (top mover) dengan total frekuensi mencapai 41,19 ribu kali, dengan volume 258,07 juta saham.

Penguatan indeks dipengaruhi oleh 5 sektor saham, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor Pertanian mencapai 1.23 persen (12,48 poin), disusul sektor Keuangan sebesar 0.79 persen (8,32 poin), dan saham-saham di sektor Industri Dasar sebesar 1.13 persen (8,03 poin).

Sedangkan sektor saham yang melemah, di antaranya Infrastruktur, mencapai -2,54 persen (-23,05 poin). Berikutnya adalah sektor Pertambangan sebesar -0,34 persen (-4,20 poin), lalu saham di sektor Properti dan Real Estate yang menyusut hingga -0,77 persen (-2,50 poin).

Sementara, aksi jual saham oleh investor asing meraup dana Rp2,68 triliun, terutama pada saham Modernland Realty (Tbk) (MDLN), Smartfren Telecom (Tbk) (FREN), dan Telekomunikasi Indonesia (Persero) (Tbk) (TLKM).

Investor asing juga melakukan pembelian senilai Rp2,19 triliun, khususnya pada saham Bank Permata (Tbk) (BNLI), Kresna Graha Investama (Tbk) (KREN), dan PP (Persero) (Tbk) (PTPP).

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis pergerakan bursa saham oleh Robotorial ini dapat diakses di Lokadata.id, khususnya dalam topik Pasar Saham.