Lokadata.ID

Sensus penduduk daring diperpanjang, wawancara diundur hingga September

Seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) menandatangani komitmen bersama dukung sensus penduduk saat rapat koordinasi daerah sensus penduduk 2020 di Pendapa Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020).
Seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) menandatangani komitmen bersama dukung sensus penduduk saat rapat koordinasi daerah sensus penduduk 2020 di Pendapa Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020). Oky Lukmansyah / ANTARA FOTO

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memperpanjang waktu pelaksanaan sensus penduduk daring. Perpanjangan dilakukan sebagai imbas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dan masih melesetnya target peserta sensus penduduk daring.

Kepastian perpanjangan waktu sensus penduduk daring ini disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono. Dia menyebut, esok Rabu (1/4/2020) laman sensus penduduk daring masih bisa diakses masyarakat.

"Melihat perkembangan, kami berencana memperpanjang (waktu sensus daring) karena melihat kondisi belakangan, banyak kegiatan yang tidak berjalan seperti biasa. Kami akan memperpanjang sampai 29 Mei 2020," kata Margo kepada Lokadata.id, Selasa (31/3/2020).

Awalnya, sensus penduduk daring akan berakhir pada hari ini. Setelah itu, BPS berencana menggelar sensus penduduk dengan metode tatap muka.

Hingga saat ini, BPS mencatat baru ada 34,2 juta orang yang mengisi sensus penduduk secara daring. Angka ini masih jauh di bawah target BPS.

Awalnya, BPS menargetkan ada 22,9 persen, atau 61 juta orang yang mengisi sensus penduduk daring.

"Kami belum mencapai target. Capaian sekarang baru 34,2 juta (orang mengisi sensus daring). Kalau dilihat karena kondisi terakhir tidak banyak masyarakat melakukan aktivitas selama beberapa minggu," katanya.

Menurut Margo, BPS akan lebih gencar melakukan sosialisasi agar lebih banyak masyarakat yang mengisi sensus penduduk daring. Akan tetapi, sosialisasi ini dipastikan tak dilakukan dengan metode turun ke lapangan.

BPS akan lebih mengandalkan promosi menggunakan media arus utama, kampanye digital, media sosial, dan bekerjasama dengan para influencer.

Sensus wawancara diundur

Perpanjangan waktu sensus daring juga diikuti dengan pengunduran jadwal pencatatan penduduk secara tatap muka. Hal ini dilakukan karena pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus menjaga jarak, demi mengurangi potensi terpapar penyakit tersebut.

Menurut Margo, sensus penduduk dengan tatap muka baru akan dilakukan September 2020.

"Sensus penduduk dengan wawancara dilakukan di September, dari yang awalnya kan Juli," ujarnya.

Sebagai informasi, BPS awalnya membagi dua tahap sensus penduduk. Pertama, sensus daring dilaksanakan pada 15 Februari-31 Maret 2020.

Setelah itu, sensus dengan wawancara lapangan dilakukan pada 1-31 Juli 2020. Pada tahap kedua ini petugas sensus akan mendatangi masyarakat yang belum mengisi pendataan daring di rumahnya.

Sensus penduduk daring 2020 bisa diakses di laman sensus.bps.go.id. BPS mengatakan, sensus ini dilaksanakan untuk mendapatkan data jumlah penduduk sesuai dengan domisili mereka.

Pendataan ini diharap bisa membantu pemerintah daerah dalam merancang program-program kependudukan dan sosial.

Sensus penduduk 2020 juga diakukan untuk memetakan persebaran dan karakteristik penduduk, yang akan digunakan dalam program Satu Data Kependudukan Indonesia.

Kemudian, BPS hendak menggunakan data hasil sensus sebagai parameter demografi dan proyeksi penduduk di suatu wilayah. Data yang sama juga akan digunakan untuk menentukan karakteristik penduduk guna penyusunan indikator Sustainable Development Goals (SDGs).

Perlu diingat juga, mulai sensus 2020 BPS mulai menggunakan data registrasi penduduk dari Direktoral Jenderal Dukcapil Kemendagri sebagai acuan.

Selama ini, data kependudukan di Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan BPS sering tidak sinkron karena perbedaan metodologi. Data di BPS hanya angka, tidak by name, by address seperti data Dukcapil. Sinkronisasi data BPS dengan Dukcapil ini akan dilakukan secara berkelanjutan.