Lokadata.ID

Seperempat desa di Indonesia terdampak pencemaran sungai

Kontaminasi air sungai.
Kontaminasi air sungai. Lokadata / Lokadata

MIRIS | Kualitas air sungai di Indonesia dalam kondisi memprihatinkan. Mayoritas tercemar limbah berat akibat aktivitas industrial. Sumber pencemaran lainnya berasal dari limbah rumah tangga.

Kondisi ini terungkap lewat pemantauan kualitas air sungai di penjuru Indonesia oleh Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2015-2018. Hasilnya dimuat dalam publikasi Statistik Indonesia 2019 BPS.

Dari 64 ribu desa/kelurahan yang dilalui sungai, seperempatnya (25,1 persen) punya kualitas air buruk. Tingkat pencemaran tertinggi berada di Pulau Jawa. Di Jawa Barat, 980 desa/kelurahan atau 13,3 persen dari total 7.367 desa di Indonesia yang dilalui sungai memiliki kualitas air tercemar berat akibat aktivitas industrial.

Ternyata, limbah rumah tangga tak kalah dalam hal mencemari air sungai. Sisa-sisa makanan, plastik, gelas, kaleng, hingga detergen, dan batu baterai.

Sungai-sungai di Jawa Tengah jadi saksinya. Sebanyak 1.334 desa/kelurahan atau 13,6 persen sungai airnya berstatus tercemar berat.

Selain limbah pabrik dan limbah rumah tangga, limbah lainnya termasuk efek dari pengurangan lahan hijau akibat pembangunan. Ada 2.216 desa/kelurahan yang mengalami ini. Sebanyak 10,6% atau 236 desa di Kalimantan Barat memiliki kualitas air sungai dengan status tercemar berat.

Kabar baiknya, masih ada warga yang sadar dan peduli atas kebersihan sungai di desanya. Seperti yang terjadi di Dusun Kedungcangkring, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang menyulap sungai yang semula kotor menjadi tempat habitat ikan. Bahkan mengembangkan wisata unggulan, wisata sungai sejuta ikan.