Lokadata.ID

Siap beroperasi, Microsoft dan industri AS wajibkan pegawai vaksinasi

Petugas MTA memakai masker di dalam kereta bawah tanah setelah Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey dan Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA) mengumumkan kewajiban vaksinasi corona atau tes mingguan bagi karyawan di New York, Amerika Serikat, Senin (2/8/2021).
Petugas MTA memakai masker di dalam kereta bawah tanah setelah Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey dan Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA) mengumumkan kewajiban vaksinasi corona atau tes mingguan bagi karyawan di New York, Amerika Serikat, Senin (2/8/2021). Andrew Kelly / ANTARA FOTO/REUTERS

Microsoft, Tyson Foods Inc. dan banyak industri di Amerika Serikat sedang bersiap untuk mengoperasikan perusahaan secara penuh kembali. Namun karena varian Delta telah meluas di 50 negara bagian AS, perusahaan mensyaratkan semua orang yang memasuki wilayah kantor di semua negara bagian AS, harus menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19.

Microsoft mengumumkan bahwa semua karyawan, vendor, dan tamu harus menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19 untuk memasuki area kantor di seluruh negara bagian AS. Namun, seperti diberitakan The Verge, Selasa (3/8/21), Microsoft akan memberikan pengecualian kepada karyawan yang memiliki kondisi medis atau alasan kuat yang menghalangi mereka vaksin.

“Kami selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan. Berdasarkan konsultasi berkelanjutan kami dengan pakar kesehatan, tanggal paling awal kami untuk pembukaan penuh lokasi kerja kami di AS adalah tidak lebih awal dari 4 Oktober 2021. Mulai September, kami juga akan mewajibkan bukti vaksinasi untuk semua karyawan, vendor, dan setiap tamu yang memasuki gedung Microsoft di AS,” tutur juru bicara Microsoft.

Semula, Microsoft akan beroperasi pada 7 September mendatang. Tapi kondisi terakhir membuat mereka mengundur jadwal, dengan tujuan agar seluruh karyawannya sudah lebih dulu mendapat suntikan vaksin korona. CNBC mencatat, dari 181.000 karyawan Microsoft, 103.000 di antaranya bekerja di kantor AS.

Tak hanya Microsoft, raksasa teknologi AS lainnya juga sudah menyadari pentingnya vaksinasi sehingga menerapkan syarat lebih ketat. Facebook misalnya, telah mewajibkan semua karyawan di AS mengenakan masker di kantor dan harus divaksinasi Covid-19 terlebih dulu sebelum kembali ke kantor. Google juga mewajibkan karyawan untuk divaksinasi sebelum bekerja kembali mulai 18 Oktober mendatang.

Sementara itu, industri pengepakan daging Tyson Foods telah mewajibkan vaksinasi untuk tenaga kerjanya. "Kami tidak menganggap enteng keputusan ini," kata CEO Tyson, Donnie King. "Kami telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendorong anggota tim kami untuk divaksinasi,” katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (3/8/21).

Industri retail pakaian Gap Inc. juga mewajibkan seluruh karyawan yang memasuki gedung perkantorannya di Bay Area, New York, dan hub Albuquerque untuk menunjukkan bukti vaksinasi mulai 7 September. Perusahaan juga memastikan bahwa semua orang yang memasuki toko dan kantor pusat untuk memakai masker.

Washington Post dam MGM Resort di Las Vegas juga mewajibkan seluruh karyawan vaksinasi.

Karyawan MGM Resorts di Las Vegas yang menolak menunjukkan bukti vaksinasi akan diminta untuk melakukan tes Covid-19 secara berkala, Forbes melaporkan.

Karyawan yang tidak divaksinasi harus membayar AS$15 untuk tes virus di tempat, atau mendapatkan tes di luar lokasi dan membawa hasilnya. MGM Resorts juga mengancam tidak akan membayar hak cuti karantina karyawan yang positif korona dan sebelumnya menolak vaksin.

Anggota Serikat Pekerja Tambang Amerika (UMWA) berunjuk rasa di  Warrior Met Coal Mine, di luar BlackRock's Headquarters di New York City, Amerika Serikat, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid
Anggota Serikat Pekerja Tambang Amerika (UMWA) berunjuk rasa di Warrior Met Coal Mine, di luar BlackRock's Headquarters di New York City, Amerika Serikat, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid

Hadiah untuk yang divaksinasi

Bahkan, MGM Resorts menjanjikan banyak iming-iming untuk karyawan yang mau divaksin, seperti undian berhadiah menginap di hotel dan uan,g tunai. CEO Bill Hornbuckle seperti dikutip ABC News. menyatakan sangat frustrasi melihat tingkat vaksinasi yang rendah di wilayahnya.

Goldman Sachs dan Wells Fargo juga meminta karyawan untuk melaporkan status vaksinasi mereka. Sementara Morgan Stanley mewajibkan karyawan yang ingin kembali bekerja di kantordi New York untuk divaksinasi.

Meskipun tidak mewajibkan vaksinasi, tiga raksasa industri otomotif di Detroit, General Motors, Ford Motor., dan Stellantis NV, serta serikat pekerja United Auto Workers (UAW) akan memberlakukan kembali persyaratan untuk mengenakan masker di semua pabrik, kantor, dan gudang.

Kewajiban ini diberlakukan dengan mempertimbangkan lonjakan kasus Covid-19 terakhir, serta panduan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang merekomendasikan semua orang tetap memakai masker, kendati sudah divaksinasi.

Banyak nama besar perusahaan AS yang mengikuti panduan CDC untuk vaksin dan tetap memakai masker ini termasuk McDonald's, dan Apple, Walmart, dan Walt Disney.

Pejabat AS mengatakan pada hari Senin, bahwa kasus korona yang berimbas pada tingkat rawat inap dan kematian, telah meningkat pada minggu lalu.

Redfin, broker online yang berbasis di Seattle dengan sekitar 1.300 karyawan di Washington, mengatakan akan menunda pembukaan kembali kantornya tanpa batas waktu. Mereka juga bakal mengharuskan karyawan untuk divaksinasi sebelum mereka masuk ke kantor.

“Setidaknya sampai tingkat infeksi dari varian delta baru yang sangat menular ini mereda, kami juga harus membatasi akses kantor,” tulis CEO Redfin Glenn Kelman dalam email kepada karyawan yang diterima Seattle Times.

Dua wanita memakai masker saat menggunakan kostum Minnie Mouse di Times Square di tengah wabah Covid-19 di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (2/8/2021).  ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Kelly
Dua wanita memakai masker saat menggunakan kostum Minnie Mouse di Times Square di tengah wabah Covid-19 di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (2/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Kelly

Pemerintah lamban

Langkah dunia usaha yang mensyaratkan vaksinasi ini dinilai merupakan terobosan untuk melawan kelambanan pemerintah AS. “Ini adalah pandemi, dan satu-satunya cara kita keluar darinya adalah jika semua orang divaksinasi,” kata Marilyn Roberts, ahli mikrobiologi dari Departemen Ilmu Lingkungan dan Kesehatan Kerja di University of Washington.

Pemberian vaksin oleh perusahaan besar seperti Microsoft juga dinilai akan mendorong perusahaan lain, terutama yang lebih kecil, mengatasi keengganan mereka untuk mewajibkan vaksin. “Ini akan menutupi perusahaan kecil lain yang masih enggan mewajibkan vaksinasi sekarang,” kata Jason Rittereiser, Pengacara Ketenagakerjaan di Seattle.

Sebelumnya, Departemen Kehakiman AS telah memastikan langkah perusahaan swasta dan kantor federal mewajibkan pekerja ikut vaksinasi itu tidak melanggar UU Federal. Sebab, vaksinasi sangat penting di tengah meluasnya varian delta, yang telah meningkat dari sekitar 51.000 kasus minggu lalu menjadi 63.000 pada hari Minggu.

Negara bagian seperti New York dan California juga telah mengeluarkan persyaratan vaksin wajib minggu ini untuk pekerja negara bagian dan petugas kesehatan di rumah sakit negara bagian.

Sebelumnya banyak serikat pekerja AS yang ngotot menentang kewajiban vaksin untuk karyawan. Brian Rothenberg, juru bicara United Auto Workers yang beranggotakan 397.000 orang, mengatakan serikat pekerja menentang persyaratan vaksin karena beberapa orang memiliki masalah agama atau kesehatan tentang vaksinasi.