Lokadata.ID

Sri Mulyani: Akan ada subsidi upah, hanya untuk buruh terdampak PPKM

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Hafidz Mubarak A / ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah tengah merancang Bantuan Subsidi Upah untuk para pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja, maupun dirumahkan.

"Ini sedang dibahas dengan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membantu kelompok pekerja yang dirumahkan atau jam kerjanya menurun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu, 21 Juli 2021, seperti dikutip Tempo.

Berdasarkan bahan paparan Sri Mulyani, Bantuan Subsidi Upah direncanakan diberikan sebesar Rp 1,2 juta dalam sekali penyaluran.

Bantuan Subsidi Upah tersebut akan melengkapi program Kartu Prakerja yang saat ini masih berjalan. Sri Mulyani mengatakan program Kartu Prakerja membidik masyarakat yang mengalami PHK atau pendapatannya menurun.

Pemerintah pun menyiapkan tambahan anggaran Rp10 triliun untuk program Kartu Prakerja dan Bantuan Subsidi Upah tahun ini. Dengan demikian, anggaran untuk dua program ini adalah Rp 30 triliun.

Tahun lalu, pemerintah memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 selama empat bulan kepada karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta. Waktu itu banyak protes karena pemerintah menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberian bantuan, dinilai mengabaikan nasib karyawan yang tidak terdaftar serta pekerja informal.

Pada tahun lalu, BLT atau BSU pekerja ini diatur lewat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah Bagi Pekerja Buruh Dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Menaker

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pemerintah saat ini sedang membuat payung hukum berupa Peraturan Menteri Ketenagakerjaan untuk menyalurkan bansos yang ditujukan bagi pekerja tersebut.

"Nanti subsidi upah ini payung hukumnya akan kami buat dalam Permenaker di mana kami mengusulkan bahwa bantuan pemerintah merupakan program stimulus yang kami koordinasikan dengan Komite PEN, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan," kata Ida ketika seperti dikutip Kompas.

Ida menjelaskan, syarat pekerja dapat subsidi gaji yakni Warga Nergara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan NIK, terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juni 2021.

Upah pekerja di bawah Rp 3,5 juta sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan. "Dalam hal ini pekerja di wilayah PPKM yang UMKnya di atas Rp 3,5 juta, maka menggunakan UMK sebagai batas kriteria upah," jelas Ida.

Selain itu, Ida mengatakan, ia telah mengusulkan penerima subsidi upah hanya pekerja yang bekerja di wilayah PPKM level 4 atau setara dengan zona merah.

Ringkasan

  • Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi upah tersebut diberikan bagi delapan juta pekerja dengan besaran Rp500 ribu selama dua bulan.
  • Selain itu, ia menyebutkan bahwa bantuan Kartu Prakerja yang difokuskan kepada pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena COVID-19 akan terus dilanjutkan.
  • Berdasarkan bahan paparan Sri Mulyani, Bantuan Subsidi Upah direncanakan diberikan sebesar Rp 1,2 juta dalam sekali penyaluran.
  • Di samping itu, pekerja yang mendapatkan subsidi upah ialah mereka yang gajinya di bawah Rp3,5 juta.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh tribunnews.com dan medcom.id dengan 2 pemberitaan, diikuti peringkat kedua kompas.com dengan 2 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik mulai muncul sejak pukul 00:00 hingga 21:00 WIB, dan mencapai puncak pemberitaan pada pukul 20:00 WIB dengan total 6 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh antaranews.com dengan 0 interaksi, diikuti peringkat kedua apahabar.com dengan 0 interaksi. Selanjutnya ayocirebon.com dengan 0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.