Lokadata.ID

Survei kesehatan mental: Mayoritas kesepian dan ingin sakiti diri sendiri

Ilustrasi: Pasien remaja dan anak menunggu untuk konsultasi di Klinik Keswara Rumah Sakit Jiwa (RSJ)  Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat  (27/2/2020).
Ilustrasi: Pasien remaja dan anak menunggu untuk konsultasi di Klinik Keswara Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (27/2/2020). Novrian Arbi / ANTARA FOTO

Sebuah survei kesehatan mental yang dilakukan Into The Light dan Change.org pada Mei-Juni 2021 menunjukkan bahwa masyarakat merasa kesepian dalam sebulan terakhir dan sebagian memiliki pemikiran melukai diri sendiri.

Dalam survei secara daring dengan 5.211 responden, yang mayoritas berdomisili di 6 provinsi di Pulau Jawa, menunjukkan 98 persen partisipan merasa kesepian dalam sebulan terakhir dan 40 persen memiliki pemikiran melukai diri sendiri maupun berpikir untuk bunuh diri dalam dua minggu terakhir.

Lebih banyak partisipan survei meyakini anggota keluarga dan teman dekat berjenis kelamin sama sebagai sosok yang lebih membantu dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa dibandingkan dengan tenaga kesehatan jiwa profesional.

"Keyakinan ini menunjukkan partisipan membutuhkan dukungan sosial. Tetapi perlu diingat bahwa tenaga kesehatan jiwa profesional lebih memiliki keahlian dalam menangani kesehatan mental dan dapat menjaga rahasia klien yang berkonsultasi," kata peneliti pascadoktoral University of Macau sekaligus mitra Into The Light, Andrian Liem menanggapi hasil survei tersebut, seperti dikutip Media Indonesia (14/8/2021).

Ia mengatakan survei itu dilakukan karena di Indonesia belum ada hasil evaluasi yang cukup komprehensif atas informasi dan layanan kesehatan mental, maupun literasi kesehatan mental yang dimiliki.

Into The Light merupakan sebuah komunitas yang mempunyai misi utama untuk mencegah bunuh diri remaja di Indonesia.

Latar belakang peserta survei beragam secara demografi, misalnya jenis kelamin, kelompok usia, kondisi disabilitas, ketertarikan seksual dan status HIV. Hasil survei bisa diakses di www.change.org/l/id/surveiapakabarmu.

Berdasarkan hasil survei tersebut, stigma atau pandangan negatif terhadap bunuh diri masih sangat kuat. Hal ini tercermin dari tidak ada partisipan yang menjawab seluruh pertanyaan tentang fakta dan mitos bunuh diri dengan benar.

"Misalnya saja partisipan menganggap menanyakan keinginan bunuh diri kepada seseorang akan memicu keinginan bunuh diri sebagai fakta. Padahal ini adalah mitos, justru menanyakan hal tersebut dapat membantu mencegah keinginan orang untuk bunuh diri," kata Andrian.

Hal ini juga selaras dengan hasil survei yang menemukan hampir 70 persen dari total partisipan mengaku tidak pernah mengakses layanan kesehatan mental dalam tiga tahun terakhir. Alasan yang dominan adalah biaya layanan kesehatan mental dianggap tidak terjangkau.

Walau biaya konsultasi untuk kesehatan jiwa bagi pemilik kartu BPJS ditanggung penuh, hasil survei mengungkap 7 dari 10 partisipan tidak tahu tentang informasi itu. Hasil temuan lain adalah hampir 70 persen partisipan yang pernah mengakses layanan kesehatan mental berkonsultasi secara daring.


Psikiater dan psikolog kurang

Walau tidak banyak yang mengakses layanan kesehatan jiwa, psikiater yang aktif melayani pasien di Siloam Hospitals Bogor Jiemi Ardian mengaku beberapa rumah sakit justru kewalahan melayani pasien.

"Jumlah psikolog dan psikiater perlu terus ditambah untuk memenuhi kebutuhan di sini. Selain itu, pemerataan kualitas juga diperlukan, karena bisa saja kualitas layanan berkurang karena beban pekerjaan yang terlalu besar. Perlu ada sistem yang menjaga di sini," kata Jiemi.

Jiemi menambahkan, jumlah kunjungan poliklinik kesehatan jiwa juga meningkat semasa pandemi namun sebagian besar dari mereka sudah memiliki keluhan berat.

"Saya berasumsi banyak di antara kita terbiasa menunggu gejala yang benar-benar berat baru mencari pertolongan kepada profesional kesehatan jiwa. Hal ini karena permasalahan kesehatan jiwa masih dianggap tidak seserius permasalahan kesehatan fisik, sehingga cenderung diabaikan," kata Jiemi.

Menurut Jiemi, layanan kesehatan jiwa mungkin akan menyentuh akar rumput lebih baik jika pemerintah dan instansi terkait bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas terdekat agar target audiens lebih tepat. Dengan demikian mungkin bisa memperkecil hambatan untuk mendapat layanan kesehatan jiwa.

"Di masa sulit seperti ini, merasa kehilangan, kesepian, tidak baik-baik saja adalah hal yang wajar dan tidak perlu disembunyikan. Jika merasa tidak baik-baik saja, lebih baik mengakses layanan kesehatan jiwa lewat aplikasi daring atau BPJS Kesehatan di pelayanan kesehatan di sekitarmu. Jika tidak yakin apakah Puskesmas terdekat dari tempat tinggal kamu menyediakan layanan kesehatan jiwa, datangi langsung dan tanyakan," kata Andrian.

Ringkasan

  • Bertepatan dengan Bulan Kesehatan Mental, Into The Light dan Change.org melakukan survei kesehatan mental masyarakat Indonesia pada Mei-Juni 2021.
  • Hal tersebut terungkap dalam survei kesehatan mental masyarakat yang dilakukan oleh Into The Light bekerja sama dengan Change.org.
  • Into The Light merupakan sebuah komunitas yang punya misi utama untuk mencegah bunuh diri remaja di Indonesia.

Sebaran Media

Jumlah sebaran pada Media Daring terbanyak diraih oleh mediaindonesia.com dan idntimes.com dengan 1 pemberitaan, diikuti peringkat kedua depoktren.com dengan 1 pemberitaan.

Jumlah berita per media
Jumlah berita per media Robotorial / Content Analysis

Sebaran Linimasa

Sebaran topik dimulai sejak pukul 05:00 hingga 16:00 WIB, dan merupakan puncak dari pemberitaan dengan total 1 pemberitaan.

Jumlah berita per jam
Jumlah berita per jam Robotorial / Content Analysis

Sebaran Facebook

Jumlah interaksi pada media sosial Facebook terbanyak diraih oleh bantennews.co.id dengan 202 interaksi, diikuti peringkat kedua idntimes.com dengan 154 interaksi. Selanjutnya depoktren.com dengan 0 interaksi pada peringkat ketiga.

Jumlah berita media di Facebook
Jumlah berita media di Facebook Robotorial / https://www.sharedcount.com/

Sumber

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini diolah secara otomatis oleh program komputer. Penerbitannya melalui moderasi editor.