Lokadata.ID

Televisi layar datar didominasi kelas menengah-atas perkotaan

Kepemilikan TV layar datar.
Kepemilikan TV layar datar. Lokadata / Lokadata

Kepemilikan televisi layar datar di Indonesia ternyata masih sangat rendah. Data Susenas 2019 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik menunjukkan, rumah tangga yang memiliki televisi layar datar dengan ukuran minimal 30 inci hanya 15,31 persen. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2016 yang masih 11,98 persen.

Jika ditilik berdasarkan tingkat sosial ekonominya, persentase terbesar rumah tangga pemilik televisi layar datar adalah mereka yang berpenghasilan di atas Rp10 juta per bulan, yakni mencapai 66 persen. Namun, jika dilihat dari populasinya, jumlah televisi layar datar yang paling besar ada di kelompok berpenghasilan Rp5-10 juta.

Data kepemilikan TV dalam Susenas tersebut juga menunjukkan bahwa rumah tangga di perkotaan memiliki persentase yang jauh lebih besar dibandingkan di perdesaan, yakni 22,46 persen berbanding dengan 6,19 persen. Data ini juga menunjukkan bahwa tingkat sosial-ekonomi rumah tangga berbanding lurus dengan kepemilikan televisi layar datar.

Namun, dengan harga yang semakin murah, kepemilikan televisi layar datar di rumah tangga berpenghasilan Rp5-10 juta dan Rp2-5 juta tergolong besar. Jumlah rumah tangga di dua kelompok ini yang memiliki televisi layar datar mencapai hampir 7,8 juta keluarga. Jumlah itu mencakup 71 persen dari total rumah tangga pemilik TV layar datar.

Harga televisi layar datar ukuran 32 inci saat ini berada di kisaran Rp2,1-3,2 juta. Namun, menurut salah satu produsen televisi, Samsung Electronics Indonesia, trend TV layar datar sekarang mengarah pada kelas premium, yakni smart TV dan TV dengan layar besar.