Lokadata.ID

Tangerang Selatan perlu gudang, Kediri jasa pendidikan

Sektor pilihan yang masih berpeluang dikembangkan di kota-kota terpilih.
Sektor pilihan yang masih berpeluang dikembangkan di kota-kota terpilih. Fadhlan Aulia / Lokadata.id

Tak semua sektor yang kini menjadi penopang utama sebuah wilayah, layak dikembangkan. Ada kalanya, pasar justru sudah jenuh, sehingga kehadiran pemain baru di antara banyaknya pelaku yang sudah sesak, hanya akan mempercepat penurunan kinerja sektor tersebut.

Wilayah dengan karakter seperti itu tentu tidak tepat menjadi area produksi baru dalam pengembangan bisnis – tapi mungkin masih cukup besar untuk menjadi area pemasaran dari produk yang dihasilkan di wilayah lain.

Untuk mengetahui sektor usaha yang potensial di suatu daerah, kajian ini menggunakan dua pendekatan yang lazim dipakai dalam analisis ekonomi regional: location quotation (LQ) dan shift share analysis.

Metode location quotation digunakan untuk mengidentifikasi sektor basis atau sektor paling berperan di sebuah wilayah. Pada dasarnya, teknik ini menyajikan perbandingan relatif antara kemampuan suatu sektor di daerah yang dianalisis, dengan kemampuan sektor yang sama pada daerah yang menjadi acuan, dalam hal ini wilayah satu tingkat di atasnya, yaitu provinsi.

Analisis ini untuk mengetahui kontribusi suatu sektor ekonomi di kabupaten/kota terhadap provinsi. Kemudian, dibandingkan dengan kontribusi sektor yang sama dari wilayah lain.

Sedangkan analisis shift share dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi perubahan serta pergeseran kinerja sektor tertentu pada perekonomian di sebuah wilayah dalam periode yang ditetapkan.

Kinerja tersebut diukur berdasarkan pergerakan terhadap wilayah di atasnya, yaitu provinsi. Kemudian, dibandingkan dengan kinerja sektor yang sama dari wilayah lain dalam satu provinsi yang sama.

Untuk memperkuat analisis, perbandingan LQ dan shift share ini dilengkapi dengan pangsa pasar sektor tertentu di tingkat provinsi.

Dari analisis terhadap 17 sektor usaha dalam kurun waktu 10 tahun (2010-2019) dengan menggunakan metode LQ dan shift share plus pangsa pasar, kemudian sektor-sektor usaha dibagi menjadi dua kelompok: potensial dan moderat untuk dikembangkan.

Potensial berarti memenuhi tiga kriteria: kinerjanya di wilayah (LQ) bagus, pergerakannya di tingkat provinsi (shift share) baik, dan pangsa pasarnya masih berpeluang untuk berkembang.

Sementara itu, kategori moderat setidaknya memenuhi dua indikator: kinerjanya di wilayah bagus, dan pangsa pasarnya masih potensial. Kalau pun pergerakannya di tingkat provinsi masih tertinggal ketimbang sektor yang sama dari wilayah lain, tentu masih ada ruang untuk dikembangkan.

Patut dicatat, dalam analisis sektor usaha ini kami menyisipkan satu kota tambahan, yaitu Malang ke dalam daftar, untuk menggantikan Kabupaten Badung yang akan kami bahas di wilayah kabupaten.

Malang merupakan wilayah kota yang menempati skor indeks sosial, ekonomi dan keuangan terbaik, setelah Kediri.

Jakarta masih memerlukan jasa transportasi
Jakarta masih memerlukan jasa transportasi Bagus Indahono / EPA-EPE

1. Jakarta Pusat

Moderat: Transportasi dan Pergudangan

Hingga 2019, pangsa pasar sektor transportasi dan pergudangan Jakarta Pusat di DKI Jakarta mencapai 13,7 persen. Mengingat DKI memiliki enam daerah tingkat dua, rata-rata porsi penetrasi wilayah adalah 16,7 persen, sehingga masih ada ruang bagi sektor ini berkembang di Jakarta Pusat.

Sementara itu, rata-rata pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan di Jakpus dalam 10 tahun terakhir, mencapai 8,5 persen. Namun, daya saingnya (differential shift) ketimbang sektor yang sama dari daerah lain dalam satu provinsi, masih minus 0,65. Dengan demikian, sektor ini cenderung belum memiliki keunggulan komparatif.

2. Jakarta Selatan

Moderat: Transportasi dan Pergudangan

Kota ini hanya menyisakan satu sektor usaha, seperti halnya Jakarta Pusat, yaitu transportasi dan pergudangan dengan tingkat moderat. Pangsa pasarnya masih 12,5 persen, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 8,2 persen per tahun. Namun daya saingnya dibandingkan dengan daerah lain di provinsi yang sama rendah, dengan nilai differential shift minus 0,83, sehingga belum memiliki keunggulan komparatif.

3. Tangerang Selatan

Potensial: Pengadaan Listrik; Transportasi dan Pergudangan; Jasa Keuangan dan Asuransi

Kota yang baru berdiri pada 2008 di Provisi Banten ini menyediakan tiga sektor usaha potensial untuk dikembangkan. Pengadaan listrik merupakan sektor paling potensial dengan rata-rata pertumbuhan per tahun 7,8 persen dan pangsa pasarnya masih 1,4 persen, dari 11,1 persen.

Kemudian transportasi dan pergudangan, dengan pangsa pasar 6,3 persen. Selanjutnya jasa keuangan dan asuransi dengan pangsa pasar 5,7 persen dan tingkat pertumbuhan 8,2 persen per tahun.

Ketiga sektor ini memiliki keunggulan komparatif.

4. Denpasar

Moderat: Perdagangan

Ibu Kota Provinsi Bali ini menyisakan satu sektor usaha yang masih berpeluang untuk dikembangkan, yaitu perdagangan. Kendati pertumbuhan tahunannya tinggi, yaitu 6,5 persen per tahun dan nilai differential shift positif 0,03, namun pangsa pasarnya sudah mendekati titik jenuh: 9,84 persen. Dengan 10 daerah tingkat dua, Bali menyisakan ruang pasar bagi Denpasar hanya 0,16 persen.

5. Jakarta Utara

Moderat: Informasi dan Komunikasi; Jasa Perusahaan; Jasa Kesehatan

Wilayah administratif ini membuka ruang bagi tiga sektor usaha dengan kategori moderat. Hanya satu sektor yang memiliki differential shift negatif, yaitu jasa perusahaan. Dua sektor lainnya, yaitu infokom dan jasa kesehatan masih berpeluang, terutama karena pangsa pasarnya masih terbuka lebar, yang masing-masing 4,2 persen dan 14,2 persen.

6. Surabaya

Sektor: -

Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini tidak menyediakan ruang bagi sektor usaha untuk dikembangkan lagi. Pangsa pasar 15 sektor usahanya sudah terlalu sesak, karena sudah berada di atas rata-rata.

Dengan 38 kabupaten/kota, sejatinya pangsa pasar masing-masing daerah tingkat dua hanya 2,6 persen. Karena itu, kota ini hanya direkomendasikan sebagai pasar, bukan untuk ruang produksi barang, baik untuk masuk pasar di wilayah Kota Surabaya maupun Jawa Timur.

7. Jakarta Barat

Moderat: Jasa Perusahaan

Jakarta Barat menyediakan satu sektor usaha yang masih berpeluang dikembangkan, yaitu jasa perusahaan. Selain karena pertumbuhannya bagus lantaran di atas PDRB wilayah, pangsa pasarnya yang sebesar 13,9 persen juga masih dapat berkembang. Namun kemampuannya bersaing dibandingkan sektor yang sama dari wilayah lain di DKI Jakarta rendah, dengan differential shift negatif 0,92.

Seorang santri sedang melintas di Pesantren Lirboyo, Kediri.  Sektor pendidikan masih berpeluang dikembangkan di kota rokok, di Jawa Timur.
Seorang santri sedang melintas di Pesantren Lirboyo, Kediri. Sektor pendidikan masih berpeluang dikembangkan di kota rokok, di Jawa Timur. Fully Handoko / EPA - EPE

8. Bandung

Sektor: -

Seperti halnya Surabaya, Kota Bandung di Provinsi Jawa Barat juga tidak menyisakan ruang bagi sektor usaha untuk dikembangkan. Rata-rata pangsa pasar sektor usaha di wilayah ini sudah terlalu tinggi, yaitu di atas rata-rata yang disediakan oleh Provinsi Jawa Barat, yaitu 3,6 persen. Umumnya sektor usaha asal Bandung memiliki pangsa pasar sudah di kisaran 3,8 hingga 30,7 persen.

9. Kediri

Potensial: Transportasi dan Pergudangan; Jasa Perusahaan; Jasa Pendidikan.

Moderat: Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi

Kota di Provinsi Jawa Timur ini menyediakan tiga sektor usaha yang potensial dan dua sektor moderat yang masih berpeluang untuk berkembang. Dari lima sektor tersebut, seluruhnya masih memiliki pangsa pasar yang rendah di tingkat provinsi, sehingga peluang penetrasinya masih sangat besar. Khusus untuk sektor yang moderat, keunggulan komparatifnya dibandingkan sektor yang sama dari daerah lain cenderung rendah.

10. Malang

Sektor: -

Kota di Provinsi Jawa Timur ini lebih cocok menjadi pasar hasil produksi, bukan ruang untuk produksi barang. Pangsa pasarnya di provinsi sudah di atas rata-rata, selain delapan sektor di antaranya memiliki daya saing yang rendah. Sedangkan sektor usaha yang pangsa pasarnya masih rendah, kinerjanya jauh di bawah PDRB wilayah, sehingga bukan menjadi sektor basis dan sulit dikembangkan.

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari Lokadata Special Report soal Booming Cities 2020, yang terdiri dari:
1.Booming Cities 2020: 10 wilayah paling berkembang di Indonesia
2.Antara Badung dan Kediri, masih berpusat di Jawa - Bali
3.Sektor usaha yang menghidupkan kota-kota
4.Tangerang Selatan perlu gudang, Kediri jasa pendidikan
5.Badung jenuh, Bangli butuh listrik, Lamandau perumahan
6.Kediri dan Bandung: Dua kota beda potensi