Lokadata.ID

Tumbangnya AoV dan PUBG Tiongkok karena korona

Ilustrasi bermain gim ponsel
Ilustrasi bermain gim ponsel Rawpixel.com / Freepik

Wabah Covid-19 alias virus korona membuat pemerintah Tiongkok merumahkan warganya, sejak Tahun Baru Imlek hingga minggu-minggu setelahnya. Hal tersebut pun berdampak pada melonjaknya pemain gim daring, terutama Game for Peace dan Honor of Kings.

Game for Peace merupakan versi lokal dari PUBG, sedangkan Honor of Kings versi lokal dari Arena of Valor (AoV). Keduanya eror karena terlalu banyak pemain dalam satu waktu.

Padahal, sebelum adanya wabah saja, dua gim ini sudah menempati urutan dua teratas gim dengan pemain terbanyak di Tiongkok. Game for Peace memimpin dengan jumlah pemain 225 juta akun (per Oktober 2018), lalu disusul Honor of Kings dengan jumlah pemain aktif 128 juta (per Oktober 2018).

Kabar tumbangnya gim besutan Tencent itu pun langsung ramai dibahas di media sosial Tiongkok. Dilansir dari Abacus, pemain Honor of Kings mengeluh tidak bisa terhubung dengan server AoV pada Selasa (11/2) malam. Tidak berapa lama setelah kabar ini beredar, Tencent mengatakan bahwa masalah ini sudah berhasil diselesaikan.

Kendati bergerak cepat, tapi kabar erornya Honor of Kings sempat masuk peringkat empat trending topic di jagat maya. Tencent pun meminta maaf atas ketidaknyamanan ini tanpa tidak menjelaskan apa yang membuat servernya tumbang.

Berdasarkan data Nomura dan Sinolinks Securities, lebih dari 100 juta pemain gim membuka permainan itu. Lonjakan jumlah pemain mencapai 40 juta dibanding hari-hari sebelum korona mewabah.

Tentunya, lonjakan pemain tersebut berdampak baik bagi Tencent. Meski belum ada keuntungan terbaru, tapi jelang libur imlek, AoV versi Tiongkok itu sanggup menghimpun cuan sampai 2 miliar yuan (sekitar Rp3,9 triliun).

PUBG pun sempat eror

Sebelumnya, Game for Peace lebih dulu tumbang karena lonjakan trafik yang diterima server miliknya selama libur Imlek. "Antusiasme para gamer luar biasa, sehingga masalah kecil terjadi," kata perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut.

Tencent kemudian menawarkan pemain sejumlah hadiah berupa skin dalam gim, termasuk 'kostum piyama kelinci' untuk menebus kesalahan.

Seorang pengamat mengatakan lonjakan trafik diperkirakan terjadi selama liburan Tahun Baru Imlek, mengingat banyak acara publik, atraksi, dan bioskop ditutup karena virus korona.

"Lonjakan trafik dalam gim daring membeludak, tetapi Tencent mungkin bisa mengatasinya dengan cepat, meskipun keadaannya sangat luar biasa," kata Charlie Moseley, pendiri Chengdu Gaming Federation.

Sebelum mewabahnya korona, PUBG versi PC telah mencatat, jumlah pemain terbanyaknya berasal dari Tiongkok.

Sementara itu, dilaporkan Gamasutra, lalu lintas internet seluler di Tiongkok selama liburan Tahun Baru Imlek tahun ini meningkat 36,4 persen dari tahun lalu, menurut Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT).

Persentase ini termasuk menonton film, mengobrol video dengan teman, dan tentu saja, lebih banyak bermain gim. Menurut data dari Sensor Tower, total unduhan gim di toko aplikasi iOS naik 27,5 persen (yoy), dan pendapatan naik 12,1 persen (yoy) dibagi dari teman-teman kami di Niko Partners.