Lokadata.ID

Update Covid-19: 3.033.339 positif, 2.392.923 pulih, 79.032 meninggal dunia

Update Covid-19: 3.033.339 positif, 2.392.923 pulih, 79.032 meninggal dunia
Update Covid-19: 3.033.339 positif, 2.392.923 pulih, 79.032 meninggal dunia Robotorial / covid19.go.id

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah lagi sebanyak 49.509 kasus, hingga Kamis, 22 Juli 2021. Total pengidap virus korona baru mencapai 3.033.339 orang. 2.392.923 orang di antaranya pulih, dan 79.032 orang meninggal dunia.

Tren pertumbuhan kasus dalam tujuh hari terakhir cenderung turun. Dibanding tujuh hari lalu, penurunannya mencapai -1,23 persen. Sementara data terkini dibandingkan dengan sehari sebelumnya, mengalami kenaikan sebesar 46,6 persen.

Dalam 113 hari jumlah kasus positif yang tercatat telah berlipat ganda. Semakin sedikit jumlah harinya, semakin cepat penyebaran kasus Covid-19 di tingkat nasional. Khusus di DKI Jakarta, butuh 111 hari untuk melipatgandakan penyebarannya.

Update Covid-19: 3.033.339 positif, 2.392.923 pulih, 79.032 meninggal dunia
Update Covid-19: 3.033.339 positif, 2.392.923 pulih, 79.032 meninggal dunia Robotorial / covid19.go.id

Adapun pasien yang pulih kini 2.392.923 orang, atau 78,89 persen dari total kasus. Pasien dinyatakan pulih dan dipulangkan setelah melalui pengujian, dan menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Sementara, angka kematian karena Covid-19 di Indonesia trennya naik dalam tujuh hari terakhir. Penambahan per 22 Juli 2021 sebanyak 1.449 kasus, sehingga total pasien meninggal dunia menjadi 79.032 orang.

Angka kematian tersebut berlipat ganda dibandingkan dengan angka pada 124 hari lalu. Artinya, angka kematian telah naik dua kali lipat dalam waktu 124 hari. Sama seperti pertumbuhan jumlah pasien positif, semakin sedikit jumlah harinya, situasinya makin buruk.

Catatan Redaksi: Teks dan gambar dalam artikel ini dipublikasikan secara otomatis oleh program komputer yang mengubah angka-angka menjadi narasi. Laporan-laporan otomatis terkait Covid-19 oleh Robotorial ini menggunakan data yang dirilis Kemenkes RI, sehingga tingkat akurasinya di luar tanggung jawab kami.
“banner