Lokadata.ID

Varian baru virus korona di India dan Afrika Selatan ditemukan di Indonesia

Seorang pria yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) dihibur oleh putrinya saat ia menerima perawatan di dalam bangsal korban di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021).
Seorang pria yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) dihibur oleh putrinya saat ia menerima perawatan di dalam bangsal korban di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). Danish Siddiqui / ANTARA FOTO/REUTERS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan saat ini sudah ada tiga mutasi virus korona (SARS-CoV-2) varian dari India dan Afrika Selatan. Pemerintah sudah mendeteksi dua insiden infeksi virus korona mutasi India terjadi di Jakarta.

"Sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India, ada dua insiden yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali," kata Budi dalam jumpa pers daring di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) ini juga mengatakan kasus mutasi virus korona dari Inggris, yaitu varian B117 yang masuk ke Indonesia, saat ini ada 13 kasus.

Budi mengatakan beberapa mutasi yang masuk ke Indonesia saat ini masuk variant of concern atau yang patut diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Ini harus kita jaga mumpung masih sedikit karena mereka pasti akan segera menyebar. Penularannya relatif tinggi dibandingkan yang lain,” katanya.

Dia menambahkan, masuknya mutasi virus korona ini merupakan tugas bersama, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah akan terus melakukan tracing dan testing untuk kontak erat mereka dengan pasien. Sementara itu, masyarakat diminta tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

”Apa pun virusnya, apa pun mutasinya, kalau disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, Insyaa Allah kita bisa membatasi penularannya. Itulah sebabnya saya akan terus-menerus mengingatkan disiplin protokol kesehatan harus dijalankan di mana pun kita berada,” kata dia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membenarkan dua insiden infeksi virus korona dari India yang masuk ke Indonesia adalah varian B1617. Dia menyatakan pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 .

Misalnya, sampai saat ini pemerintah masih memberlakukan larangan bagi warga negara India masuk ke Indonesia. Larangan itu berlaku bagi WNA yang berencana mengurus visa kunjungan atau pun visa tinggal sementara. “Kami melakukan pengetatan screening di pintu masuk negara, baik udara, laut maupun darat,” kata Nadia.

Selain itu, pemerintah mengoptimalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dengan memperkuat koordinasi antara satuan tugas Covid-19 di pemerintah pusat dan daerah. Nadia mengimbau masyarakat memperketat protokol kesehatan demi mewaspadai penularan varian baru Covid-19 yang disebut lebih rentan menular.

Yang patut diwaspadai dan diperhatikan

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman menjelaskan sebetulnya sudah ditemukan lebih dari 40 ribu mutasi virus korona sejak pandemi Covid-19 melanda. Namun sebagian tidak berdampak buruk, beberapa mutasi bahkan membuat virus lebih lemah, tetapi ada mutasi-mutasi lain yang bisa lebih menular.

Selain itu, ada mutasi-mutasi yang bisa bertahan dan cenderung melahirkan varian baru yang lebih kuat. Sehingga, WHO mengelompokkan beberapa varian mutasi virus korona yang kuat ini sebagai variant of interest atau varian yang diperhatikan dan variant of concern atau varian yang harus diwaspadai.

Untuk varian yang diwaspadai antara lain B117 asal Inggris, B1351 yang ditemukan di Afrika Selatan dan P1 yang ditemukan di Brasil. “Yang masuk varian yang harus diwaspadai adalah karena varian itu cepat menular sehingga bisa meningkatkan kesakitan, atau kematian," kata Dicky kepada lokadata.id.

Kandida Phd di bidang Global Health Security and Pandemic ini menambahkan, secara epidemiologi, semakin banyak yang sakit parah maka semakin banyak orang yang memerlukan perawatan. Hal itu berpotensi meningkatkan kematian dan berpotensi menurunkan efikasi antibodi, sehingga bisa berbahaya dalam keberhasilan vaksinasi.

Sedangkan varian yang harus diperhatikan adalah kelompok varian yang masih diteliti bagaimana dampaknya. B1617 oleh WHO dalam update akhir April lalu dinyatakan masuk dalam varian yang harus diperhatikan.

Mengutip BBC, mayoritas data tentang varian baru ini belum lengkap. Hanya ada sedikit sampel yaitu 298 sampel di India dan 656 di seluruh dunia. Hal ini jauh berbeda dengan lebih dari 384.000 sekuens dari varian virus korona yang ada di Inggris. “Status suatu varian bisa berubah menjadi diwaspadai ketika data-data penelitian sudah memadai,” kata Dicky.

Varian B1617 ini pertama kali dideteksi di India pada Oktober 2020. Varian ini diketahui memiliki dua mutasi, yakni E484Q dan L452R. Peneliti menduga kedua mutasi tersebut menjadi kunci dari kemampuan varian baru korona tersebut lebih mudah menular. B1617 menjadi varian korona pertama yang diketahui memiliki dua mutasi kunci, yaitu E484Q dan L452R secara bersamaan, sehingga disebut sebagai varian mutan ganda.

Dicky mengatakan, sebutan mutasi ganda pada varian virus korona tersebut untuk memudahkan pemahaman bahwa ada dua mutasi penting dalam varian itu. Sebetulnya, kata Dicky, mutasi dalam satu varian itu bisa banyak sekali, tapi ada dua mutasi penting dalam varian B1617 yang bersinergi.

Dalam studi awal WHO mengenai varian B1617 memiliki tingkat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan varian lain yang beredar di India, menunjukkan potensi peningkatan penularan. Dicky mencontohkan varian mutasi virus korona B117 yang ditemukan di Inggris memiiki tingkat penularan yang tinggi.

Secara garis besar, Dicky menambahkan, ada tiga syarat yang menjadikan suatu mutasi virus korona menjadi varian yang harus diwaspadai, yaitu pertama, lebih cepat menular, kedua menyebabkan tingkat keparahan tinggi hingga menimbulkan kematian dan ketiga bisa menurunkan efikasi dari antibodi.

Langkah antisipasi yang diperlukan untuk mencegah varian baru maupun mencegah penyebaran varian baru adalah dengan deteksi kasus dini secara cepat. “Baik deteksi suspek, probable, dan langsung lakukan isolasi atau karantina serta pelacakan kontak orang-orang tersebut,” kata Dicky.

Selain itu, Dicky mengimbau pemerintah untuk mempercepat target vaksinasi. Sebab vaksinasi bisa membantu membentengi individu. Virolog Louisiana State University, Amerika Serikat Jeremy Kamil juga mengatakan vaksin akan bisa membantu mengendalikan varian baru dalam mencegah sakit parah, namun perubahan desain vaksin yang efektif dengan adanya varian mutasi virus korona juga diperlukan.

“Bagi sebagian orang, vaksin dapat memberikan perlindungan sehingga hanya timbul sakit ringan. Silakan terima vaksin pertama yang ditawarkan. Jangan membuat kesalahan dengan bersikap ragu-ragu menunggu vaksin yang ideal,” kata Jeremy.

Kemudian, langkah antisipasi selanjutnya adalah membangun komunikasi yang efektif supaya seluruh masyarakat maupun pemerintah bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. “Selanjutnya untuk mencegah kasus impor juga harus dilakukan penguatan di pintu masuk negara baik skrining maupun karantina 14 hari,” kata Dicky.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan pemerintah sudah memberlakukan larangan kedatangan WNA asal India maupun orang asing yang pada 14 hari sebelumnya melakukan perjalanan ke India. Kecuali warga negara Indonesia di India, mereka diperkenankan kembali dengan wajib menjalani karantina.

Warga negara Indonesia diberi kesempatan masuk karena pemerintah tidak boleh melarang warga Indonesia untuk kembali. “Tetapi mereka wajib menjalani karantina selama 14 hari,” kata Doni.

WNI yang pulang dari India diwajibkan membawa dokumen swab negatif Covid-19. Setelah sampai di Indonesia mereka akan diisolasi selama 14 hari dan dipantau secara berkala. Setelah itu mereka akan menjalani tes swab Covid-19 tahap kedua untuk memastikan bebas virus korona.